Skip to main content

2 Contoh Waralaba Ritel Lawson & 7-Eleven

     Setelah sebelumnya, pasar retail di Indonesia dimasuki oleh 7-Eleven yang dibawa oleh PT. Modern Putra Indonesia sebagai Master Franchise, mulai pertengahan 2011 lalu, hadir pula retail serupa yaitu Lawson. Kali ini pembawanya adalah PT Midi Utama Indonesia Tbk yang juga bertindak sebagai Master Franchise. Kehadiran Lawson sendiri menurut M. Deni Firmanto, Franchise Manager PT Midi Utama Indonesia Tbk (Midi) bukan lantaran ingin menjadi pesaing 7-Eleven di kancah retail convenience store. “Tapi kita melihat peluang pasar di convenience store cukup besar, pemainnya baru satu. Itu yang membuat kami tertarik menghadirkan waralaba asal Jepang ini ke sini,” jelas Deni, panggilannya. Sebenarnya, tambah Deni, ada satu pemain lagi yaitu Circle K. Tapi Circle K lebih banyak bermain pada kawasan tertentu saja. Khususnya di Ba Convenience store merupakan toko pengecer yang menjual item produk tertentu yang terbatas, dalam hal ini makanan dan minuman pada tempat yang nyaman dengan jam buka yang panjang. Karena itu dalam bentuk fisik, selain ada gerai tertutup yang menjual makanan dan minuman, juga dilengkapi meja dan kursi untuk menikmatinya. Izin usaha Lawson didapat dari Kementerian Perdagangan RI. Izinnya sama dengan pendirian kafe atau resto.

Sukses di Jepang Lawson di negara asalnya sendiri, Jepang, merupakan convenience store yang paling banyak gerainya. Setelah sukses di Jepang, Lawson melebarkan sayap waralabanya ke Vietnam, China dan beberapa negara di Asia. “Lawson di Jepang kemudian tertarik untuk ikut berinvestasi di Indonesia, karena penduduknya yang banyak. Tapi karena peraturan di Indonesia waralaba asing tidak boleh langsung membuka gerainya, mereka kemudian bekerjasama dengan kita,” jelas Deni. Tentu saja, bagi Midi sendiri ini merupakan peluang yang menjanjikan.
Untuk Lawson Indonesia, kepemilikan sahamnya 30% dimiliki Lawson Jepang, 10% dimiliki umum (karena Midi sudah berbentuk perusahaan terbuka) dan saham sisanya dimiliki oleh Midi. Meski bentuk dan pasar yang dituju dengan 7-Eleven sama, dalam penyajiannya kedua bentukconvenience store ini berbeda. Bila 7-Eleven lebih banyak menampilkan makanan western(barat), Lawson menyajikan makanan asal Jepang, seperti model makanan bento atau oden, rebusan daging yang sehat terasa hangat dinikmati dengan kuahnya. Maklum saja memang, asal kedua gerai ini berbeda. 7-Eleven berasal dari Amerika Serikat, sedangkan Lawson dari Jepang.


Sejak Juli 2011, sudah lebih dari 10 gerai Lawson berdiri di sekitar Jakarta, Depok dan Tangerang. Gerai pertama berdiri di daerah Kemang, Jakarta Selatan. “Kenapa pilih Kemang? Karena di sana, kita lihat ada komunitas orang-orang bule di sana. Begitu juga saat kita mendirikan gerai ini dekat kampus Universitas Mercubuana (Jakarta Barat) atau Kampus Gunadharma (Jakarta Timur). Kita ingin menyasar komunitas mahasiswa di sana yang senang nongkrong,” papar Deni.


Sasar Komunitas Memang untuk pasar yang dituju, Deni menandaskan menyasar pada komunitas usia produktif. Untuk usia sekitar 18-40 tahun. Tidak terbatas pada kalangan mahasiswa, atau orang-orang yang senang berkumpul, tapi juga para pekerja kantoran dan ibu-ibu rumah tangga, yang senang hidup praktis dan simpel. Karena itu dipilihlah, lokasi-lokasi yang memang berdekatan dengan pasar yang dituju. Tempat-tempat umum yang strategis di daeran perkotaan, juga kawasan rest area.

Sampai akhir 2012 nanti, mengutip pernyataan Suantopo Po, Finance Director dan Corporate Secretary Midi pada beberapa media, rencananya akan berdiri sebanyak 100 gerai. Semua gerai tersebut masih dibuat sendiri oleh Midi. “Hal ini berkaitan dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah, bahwa untuk waralaba asing baru bisa dishare ke masyarakat setelah 2 tahun,” ucap Deni. Karena itu, Lawson sendiri rencananya baru bisa diwaralabakan sekitar awal tahun 2013. Padahal saat ini, tambah Deni, sudah sudah banyak pihak yang mengajukan diri untuk menjadi mitra Lawson. Meski kemitraannya baru mulai tahun depan, pihak Midi sudah rajin mengadakan berbagai macam promosi. Ini dimaksudkan untuk penetrasi pasar. Di gerai Lawson sendiri juga, sering diadakan berbagai macam kegiatan bekerjasama dengan perusahaan rokok. Ini untuk lebih mengenalkan Lawson ke masyarakat.

“Untuk nilai investasi Lawson, saat ini masih kita godok berapa nilai yang tepat,” ucap Deni. Sebelumnya Suantopo dalam pernyataan di berbagai media menyebutkan angka investasi sebesar Rp 2 miliar – Rp 3 miliar. Deni sendiri mempethitungkan, investasi sebesar itu sudah termasuk dengan biaya sewa dan pembangunan tempat. Tapi kalau diluar masalah tempat tersebut, Deni memperkirakan investasi kemitraan yang akan dipakai dibawah Rp 1 miliar. Rencananya hubungan kemitraan dilakukan selama 5 tahun.


Waralaba Alfamart


Waralaba Alfamart adalah usaha minimarket yang dimiliki dan dioperasikan berdasarkan kesepakatan waralaba dari PT. SumberAlfariaTrijaya Tbk, selaku pemegang merek Alfamart. Dengan motto “Belanja Puas, Harga Pas” model bisnis Alfamart adalah menjual berbagai kebutuhan sehari- hari dengan harga terjangkau dan berlokasi di sekitar wilayah perumahan. Peluang Bisnis Mini Market 
Pergeseran pola belanja masyarakat (survey Nielsen research: Minimarket lebih diminati). 
Kebutuhan sarana belanja yang dekat tempat tinggal. Harga jual produk bersaing. Mini Market sebagai sarana rekreasi keluarga. Kondisi Lalu lintas. 


Kunci Sukses Bisnis Usaha Mini Market :

Lokasi yang strategis. 
Merk toko yang dikenal masyarakat luas. 
Personal toko yang tangguh. 
Pelayanan yang baik. 
Pilihan produk yang tepat dan berkualitas. 
Harga yang pas. 
Display yang menarik. 
Promosi yang berkesinambungan. 


Syarat menjadi Franchisee: 

Badan Usaha (Koperasi, CV, PT, dsb). 
Warga Negara Indonesia (WNI). 
Sudah/akan mempunyai lokasi dengan luas area Penjualan min. 80m2 (di luar gudang & tempat tinggal karyawan). 
Memenuhi persyaratan perijinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 
Bersedia mengikuti sistem & prosedur yang berlaku di Alfamart. 
Menyiapkan dana investasi untuk mendirikan Toko Alfamart.

Comments

  1. Assalammualaikum..

    Izin bertanya, klw misal saya ada lahan, bisakah dijadikan kerjasama lahan dgn Lawson, jika berkenan tolong kirim jawabannya ke fajar.ramadhans@gmail.com

    Terima kasih banyak..🙂

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

E-COMMERCE

PENGERTIAN E-COMMERCE Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdangangan /perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. selain dari yang disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. kesimpulannya "e-commerce is a part of e-business". KELEBIHAN E-COMMERCE 1. Otomatisasi Proses otomatisasi yang menggantikan proses manual 2. Integrasi Proses yang terintegrasi akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas  3. Publikasi Memberi jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan 4. Interaksi Pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan Human Eror 5. Transaksi Kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi melibatkan insitusi lainnya sebagai pihak yang menangani pembayaran KEUNTUNGAN E-COMMERCE 1. Bagi Konsumen Harga lebih murah, belanja pada cukup satu tempat 2. Bagi ...

Bisnis Ritel Hypermart

Seperti yang kita ketahui Hypermart adalah Perusahaan Retail yang besar   di Indonesia yang termasuk dalam Pasar   Grosir   Modern,   dengan   pelayanan   yang   bersifat   self service.   Dengan ramainya persaingan di industri pasar grosir tentunya memerlukan analisa untuk dapat bisa bersaingan dengan perusahaan lainnya. Analisa yang dipakai biasanya adalah Five Forces . Analisis  ini  menggunakan  lima  faktor  utama  untuk  menganalisis  industri  yang  terdiri  atas  bargaining  power  of  buyers,  bargaining  power  of  suppliers,  threat  of  new  entrants,  threat  of  new  substitute  products, dan rivalry among  firms. Kelima  faktor  tersebut dimaksudkan untuk menilai  intensitas  persaingan,  potensi  laba  atau  profitabilitas  industri,...