Skip to main content

NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL

Pengertian neraca pembayaran internasional adalah catatan yang sistematis tentang transaksi ekonomi internasional antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu. Tujuan utama neraca pembayaran, yaitu untuk memberika informasi kepada pemerintah tentang posisi keuangannya, khusunya yang terkait dengan hasil praktik hubungan ekonomi dengan negara lain.


TUJUAN DAN FUNGSI NERACA PEMBAYARAN


A. TUJUAN NERACA PEMBAYARAN

Penyusunan neraca pembarayaran mempunyai beberapa tujuan, di antaranya sebagai berikut :
  • Bahan keterangan kepada pemerintah mengenai posisi internasional negara bersangkutan.
  • Bahan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan di bidang politik perdagangan dari urusan pembayaran.
  • Bahan untuk membantu pemerintah dalam mengambil keputusan di bidang kebijakan moneter dan fisikal.

B. FUNGSI NERACA PEMBAYARAN

Fungsi neraca pembayaran adalah sebagai berikut :

  • Alat pembukuan dan alat pembayaran luar negri agar pemerintah dapat mengambil keputusan, apakah negara dapat melanjutkan masukny abarang-barang luar negri dan dapat menyelesaikan pembayaran tepat pada waktunya.
  • Alat untuk menjelaskan pengaruh dan transaksi luar negri terhadap pendapatan nasional.
  • Alat untuk mengukur keadaan perekonomian dalam hubunggan internasional dari suatu negara.
  • Alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara.
Komponen neraca pembayaran
Neraca pembayaran terdiri atas tiga komponen, yaitu transaksi berjalan (current account), transaksi emas (gold account) dan transaksi modal (capital account).

1. Transaksi Berjalan (Current Account)

Transaksi berjalan adalah semua transaksi barang dan jasa yang dicatat dalam neraca pembayaran. Neraca transaksi berjalan terdiri atas neraca barang dan jasa.

a. Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan, yaitu selisih nilai ekspor dan impor barang. Kegiatan ekspor barang dicatat dalam pos kredit, sedangkan impor disimpan dalam pos debet. Neraca perdagangan Indonesia pada umumnya mengalami surplus artinya nilai ekspor lebih besar dari nilai impor.

b. Neraca Jasa

Neraca jasa yaitu selisih antara ekspor jasa dan impor jasa. Contoh dari neraca jasa, antara lain ongkos pengangkutan dan suransi perjalanan ke luar negri, serta jasa-jasa lain. Ekspor jasa dicatat di pos debet dalam neraca pembayaran, sedangkan impor jasa dicatat dalam pos kredit. Neraca jasa Indonesia pada umumnya selalu mengalami detisit.


2. Transaksi Emas (Gold Account)

Transaksi emas adalah transaksi emas sebagi alat pembayaran atas utang. Contoh transaksi emas yaitu penduduk melakukan pembelian emas dari negra lain (transaksi debet) dalam penjualan emas kepada penduduk dari negara lain (transaksi kredit).


3. Transaksi Modal (Capital Account)

Catatan yang memuat transaksi modal yaitu selisih antara aliran modal masuk dengan modal keluar.

a. Transaksi modal jangka pendek, meliputi :
  • Kredit untuk perdagangan dengan negara lain (transaksi kredit) dan perdagangan yang diberikan kepada penduduk negara lain (transaksi debet).
  • Deposito bank diluar negri (transaksi debit) dan deposito di dalam negri milik warga asing (transaksi kredit)
  • Pembelian surat berharga luar negri jangka pendek (transaksi debet) dan penjualan surat berharga jangka peendek kepada penduduk negara lain (transaksi kredit)
b. Transaksi modal jangka panjang, meliputi :
  • Investasi langsung di luar negri (transaksi debit) dalam investasi asing di dalam negri oleh penduduk asing
  • Pembelian surat berharga jangka panjang milik penduduk negara lain (transaksi debit) dan pembelian surat berharga jangka panjang dalam negri oleh penduduk asing (transaksi kredit)

Comments

Popular posts from this blog

2 Contoh Waralaba Ritel Lawson & 7-Eleven

     Setelah sebelumnya, pasar retail di Indonesia dimasuki oleh 7-Eleven yang dibawa oleh PT. Modern Putra Indonesia sebagai Master Franchise, mulai pertengahan 2011 lalu, hadir pula retail serupa yaitu Lawson. Kali ini pembawanya adalah PT Midi Utama Indonesia Tbk yang juga bertindak sebagai Master Franchise. Kehadiran Lawson sendiri menurut M. Deni Firmanto, Franchise Manager PT Midi Utama Indonesia Tbk (Midi) bukan lantaran ingin menjadi pesaing 7-Eleven di kancah retail convenience store. “Tapi kita melihat peluang pasar di convenience store cukup besar, pemainnya baru satu. Itu yang membuat kami tertarik menghadirkan waralaba asal Jepang ini ke sini,” jelas Deni, panggilannya. Sebenarnya, tambah Deni, ada satu pemain lagi yaitu Circle K. Tapi Circle K lebih banyak bermain pada kawasan tertentu saja. Khususnya di Ba Convenience store merupakan toko pengecer yang menjual item produk tertentu yang terbatas, dalam hal ini makanan dan minuman pada tempat yang nyaman den...

E-COMMERCE

PENGERTIAN E-COMMERCE Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdangangan /perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. selain dari yang disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. kesimpulannya "e-commerce is a part of e-business". KELEBIHAN E-COMMERCE 1. Otomatisasi Proses otomatisasi yang menggantikan proses manual 2. Integrasi Proses yang terintegrasi akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas  3. Publikasi Memberi jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan 4. Interaksi Pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan Human Eror 5. Transaksi Kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi melibatkan insitusi lainnya sebagai pihak yang menangani pembayaran KEUNTUNGAN E-COMMERCE 1. Bagi Konsumen Harga lebih murah, belanja pada cukup satu tempat 2. Bagi ...

Bisnis Ritel Hypermart

Seperti yang kita ketahui Hypermart adalah Perusahaan Retail yang besar   di Indonesia yang termasuk dalam Pasar   Grosir   Modern,   dengan   pelayanan   yang   bersifat   self service.   Dengan ramainya persaingan di industri pasar grosir tentunya memerlukan analisa untuk dapat bisa bersaingan dengan perusahaan lainnya. Analisa yang dipakai biasanya adalah Five Forces . Analisis  ini  menggunakan  lima  faktor  utama  untuk  menganalisis  industri  yang  terdiri  atas  bargaining  power  of  buyers,  bargaining  power  of  suppliers,  threat  of  new  entrants,  threat  of  new  substitute  products, dan rivalry among  firms. Kelima  faktor  tersebut dimaksudkan untuk menilai  intensitas  persaingan,  potensi  laba  atau  profitabilitas  industri,...